
Perusahaan
Layanan
© Copyright 2023 by PT INSTRUMEN INDO UTAMA
Kesalahan Umum dalam Penggunaan Fume Hood di Laboratorium
Fume hood merupakan salah satu perangkat vital dalam laboratorium yang berfungsi melindungi pengguna dari paparan uap, gas, atau partikel berbahaya selama proses eksperimen. Namun, masih banyak pengguna yang belum memahami cara penggunaan yang benar, sehingga justru menimbulkan risiko keselamatan. Pemahaman terhadap kesalahan umum dalam penggunaan fume hood sangat penting agar fungsi perlindungan alat ini tetap optimal dan mencegah terjadinya kecelakaan di lingkungan laboratorium.
1. Tidak Memeriksa Aliran Udara Sebelum Menggunakan Fume Hood
Banyak pengguna laboratorium langsung bekerja tanpa memeriksa aliran udara fume hood terlebih dahulu. Padahal, aliran udara yang tidak optimal dapat menyebabkan akumulasi uap berbahaya.
✅ Solusi:
Pastikan indikator aliran udara (biasanya berupa pita atau anemometer) berfungsi.
Lakukan smoke test dengan sumber asap kecil untuk memastikan arah aliran udara benar (ke dalam hood).
2. Membuka Jendela Fume Hood Terlalu Lebar
Beberapa pengguna membuka jendela fume hood sepenuhnya, yang justru mengurangi efisiensi penghisapan udara.
✅ Solusi:
Buka jendela maksimal 50 cm (tergantung desain) untuk menjaga kecepatan aliran udara optimal (0,3-0,5 m/detik).
3. Menyimpan Terlalu Banyak Bahan Kimia di Dalam Fume Hood
Fume hood bukan tempat penyimpanan. Menumpuk bahan kimia di dalamnya dapat mengganggu sirkulasi udara dan meningkatkan risiko tumpahan.
✅ Solusi:
Simpan bahan kimia di lemari khusus, hanya letakkan di fume hood saat digunakan.
Pastikan tidak ada penghalang di depan dan dalam hood.
4. Posisi Kerja yang Salah (Terlalu Jauh atau Terlalu Dekat)
Terlalu jauh → Paparan uap berbahaya ke pengguna.
Terlalu dekat → Risiko kontaminasi dan gangguan aliran udara.
✅ Solusi:
Bekerja minimal 15 cm di dalam fume hood.
Pastikan tangan dan tubuh tidak menghalangi aliran udara.
5. Mengabaikan Perawatan dan Kalibrasi Fume Hood
Fume hood memerlukan pemeliharaan rutin, termasuk:
Pengecekan kecepatan aliran udara.
Penggantian filter jika diperlukan.
Kalibrasi berkala (minimal 1 tahun sekali).
✅ Solusi:
Buat jadwal inspeksi rutin oleh teknisi laboratorium.
Laporkan kelainan aliran udara segera.
6. Menggunakan Fume Hood untuk Prosedur yang Tidak Sesuai
Fume hood tidak dirancang untuk semua jenis bahan kimia, misalnya:
Radioaktif → Butuh lemari khusus.
Asam kuat (HF, HCl pekat) → Butuh tipe ductless atau scrubber.
✅ Solusi:
Kenali jenis fume hood (ducted, ductless, biosafety) dan gunakan sesuai kebutuhan.
7. Tidak Mematuhi Protokol Keselamatan Saat Mati Listrik
Jika listrik padam, fume hood berhenti bekerja, sehingga uap berbahaya bisa menyebar.
✅ Solusi:
Segera tutup wadah kimia dan evakuasi area jika terjadi pemadaman.
Gunakan backup power atau sistem ventilasi darurat.
Dampak Kesalahan Penggunaan Fume Hood
Kesimpulan
Penggunaan fume hood yang salah dapat mengurangi perlindungan dan meningkatkan risiko kecelakaan laboratorium. Dengan memahami kesalahan umum ini dan menerapkan best practices, keselamatan pengguna dan efisiensi kerja dapat ditingkatkan.
📢 Tips Tambahan:
#FumeHood #KeselamatanLaboratorium #LemariAsam #KimiaBerbahaya #LaboratoriumKimia #AlatLaboratorium #KeamananLaboratorium #BestPracticeLaboratorium
© Copyright 2023 by PT INSTRUMEN INDO UTAMA
