
Perusahaan
Layanan
© Copyright 2023 by PT INSTRUMEN INDO UTAMA
Dalam dunia industri, akurasi alat ukur adalah kunci kualitas produk. Dua alat ukur yang paling sering digunakan di perusahaan manufaktur adalah caliper (jangka sorong) dan mikrometer. Namun, seiring waktu pemakaian, kedua alat ini dapat mengalami penurunan presisi. Inilah sebabnya kalibrasi caliper dan mikrometer menjadi hal yang wajib dilakukan secara berkala.
Lalu, pertanyaan pentingnya: kapan sebenarnya caliper dan mikrometer harus dikalibrasi?
Menjamin akurasi pengukuran → Hasil ukur yang tidak presisi bisa menyebabkan cacat produk.
Memenuhi standar internasional (ISO, ASTM, JIS) → Banyak industri mewajibkan sertifikat kalibrasi untuk audit kualitas.
Mencegah kerugian produksi → Kesalahan 0,01 mm saja bisa berdampak besar pada kualitas.
Tidak ada aturan tunggal, karena frekuensi kalibrasi dipengaruhi oleh intensitas penggunaan dan lingkungan kerja. Namun, secara umum:
Caliper: dikalibrasi setiap 6–12 bulan sekali.
Mikrometer: dikalibrasi setiap 6 bulan sekali, terutama jika sering digunakan pada pengukuran presisi tinggi.
Kondisi khusus: jika alat jatuh, terbentur, atau mulai terasa longgar, segera lakukan kalibrasi walaupun belum waktunya.
Hasil pengukuran berbeda saat dibandingkan dengan gauge block standar.
Skala atau jarum terasa tidak mulus saat digerakkan.
Terdapat perbedaan hasil ketika digunakan oleh operator yang berbeda.
Riwayat penggunaan sudah melewati masa kalibrasi terakhir.
Gunakan metode risk-based → Jika alat dipakai harian untuk produksi massal, lakukan kalibrasi lebih sering.
Berdasarkan SOP perusahaan → Ikuti regulasi internal yang biasanya mengacu pada standar ISO 9001 atau ISO/IEC 17025.
Catat riwayat kalibrasi → Gunakan software manajemen kalibrasi atau spreadsheet untuk memantau jadwal.
Evaluasi kualitas produk → Jika banyak reject karena ukuran, bisa jadi alat ukur perlu segera dicek ulang.
Buat label kalibrasi dengan tanggal terakhir dan jadwal berikutnya.
Simpan alat ukur di lingkungan yang sesuai (tidak lembab, tidak terkena debu berlebih).
Gunakan jasa laboratorium kalibrasi terakreditasi agar hasil pengukuran valid secara hukum.
Terapkan preventive maintenance untuk mengurangi risiko kerusakan alat ukur presisi.
Menentukan kapan caliper dan mikrometer harus dikalibrasi bukanlah hal yang rumit jika perusahaan memiliki sistem manajemen kualitas yang baik. Umumnya, lakukan kalibrasi setiap 6–12 bulan sekali atau segera setelah alat mengalami gangguan. Dengan kalibrasi yang tepat waktu, perusahaan tidak hanya menjaga kualitas produk, tetapi juga meningkatkan kepercayaan pelanggan.
Jika perusahaan Anda membutuhkan jasa kalibrasi caliper dan mikrometer terpercaya, pastikan memilih laboratorium yang sudah terakreditasi agar hasilnya diakui secara resmi.
pentingnya kalibrasi alat ukur
standar kalibrasi caliper dan mikrometer
frekuensi kalibrasi alat ukur presisi
cara menentukan jadwal kalibrasi
alat ukur presisi perusahaan
© Copyright 2023 by PT INSTRUMEN INDO UTAMA
