
Perusahaan
Layanan
© Copyright 2023 by PT INSTRUMEN INDO UTAMA
Laboratorium sangat krusial bagi proses manusia dalam perkembangan sains dan teknologi, misalnya saja dalam melakukan uji penelitian yang berkaitan dengan pengembangan obat terapi penyakit tertentu, atau penyimpanan berbagai senyawa. Berbagai keperluan laboratorium berhubungan dengan senyawa, mikroorganisme, peralatan instrumen yang sensitif terhadap faktor suhu dan kelembapan.
Pada dasarnya laboratorium dapat dibagi menjadi dua tipe yaitu laboratorium kering dan laboratorium basah. Laboratorium kering merupakan ruang laboratorium tempat bekerja atau penyimpanan bahan, peralatan elektronik dan atau peralatan besar untuk melaksanakan pengujian. Laboratorium kering termasuk ke dalam kategori laboratorium analitik, dimana jenis laboratorium ini memerlukan akurasi dalam kondisi suhu ruang, pengendalian kelembaban, debu dan kebersihan ruang.
Sedangkan laboratorium basah adalah laboratorium yang melakukan pengujian serta analisa atas bahan kimiawi, obat-obatan atau bahan lain atau bahan materi biologis. Laboratorium basah membutuhkan air, ventilasi langsung dan perlengkapan pipa yang khusus pada peralatan laboratorium yang digunakan untuk pengujian.
Mengetahui bahwa bahan kimiawi dan materi biologis seringkali sensitif terhadap suhu dan kelembapan, bahkan umur simpan, laju kecepatan reaksi biokimia, dan pertumbuhan mikroba dari produk senyawa atau makanan bergantung pada suhu dan kelembapan yang menjadikan keduanya adalah faktor penting dalam menciptakan kondisi laboratorium yang ideal.
Jika kelembaban terlalu tinggi atau terlalu rendah, maka bisa menimbulkan persoalan yang lebih fatal seperti mempengaruhi akurasi tes sensitif, kerusakan sample atau persediaan senyawa untuk kebutuhan penelitian dan menyebabkan pertumbuhan mikroba dan bakteri atau bias hasil uji pada parameter alat kalibrasi.
Selain itu terdapat hubungan langsung antara suhu kamar dan stabilitas suhu peralatan. Dalam pengukuran kalibrasi tekanan, nilai kerapatan dapat berubah dengan suhu selain itu pada tingkat kelembaban tinggi, peralatan terbuat dari logam seperti balok pengukur akan cepat berkarat.
Sedangkan pada aspek kelistrikan, ketika logam berkarat atau mengalami korosi, hal ini akan membuat jalur kebocoran tegangan dan arus yang menyebabkan kegagalan fungsi atau pembacaan indikator yang tidak akurat.
Jika kelembapan udara di bawah 20%, di mana udara sangat kering, instrumen dapat rentan terhadap listrik statis yang akan merusak peralatan elektronik.
Hal ini penting untuk dicegah tidak memandang jenis uji eksperimen atau tes yang sedang jalankan. Oleh karena itu, laboratorium harus diperlengkapi dengan alat climate controller dan ventilasi udara yang baik.
Untuk menjaga suhu di lab, biasanya digunakan blokade pemanas. Blokade dapat ditempatkan di dasar yang dipanaskan untuk menyesuaikan dengan ukuran wadah sampel. Blok pemanas/pendingin adalah salah satu cara terbaik untuk menghangatkan atau mendinginkan sampel.
Mengetahui hal diatas maka penting untuk menjaga kelancaran peran laboratorium dalam progress ilmu pengetahuan yang menjadi fondasi dasar kemajuan bangsa dan menjamin mutu hasil penelitian. Oleh karena itu pemerintah mengelurkan peraturan standarisasi ruang laboratorium yaitu SNI ISO/IEC 17025:2017 yang khusus dalam standar ruangan laboratorium pengujian kalibrasi dan terdapat berbagai SNI lain yang mengatur mutu laboratorium.
Misalnya disebutkan bahwa lingkungan pekerjaan laboratorium yang nyaman umumnya ada pada suhu 20-25 ºC dan kelembaban relative 35-50% (tergantung atas wilayah geografisnya). Secara umum, area tempat bekerja harus bebas dari suhu ekstrim yang berbahaya terhadap kesehatan atau yang mempengaruhi operasional yang aman.
Ventilasi exhaust harus dinyalakan selama 24 jam penuh terutama untuk ruang yang dipergunakan untuk menguji bahan-bahan kimiawi atau ruang persediaan bahan kimia. Namun lubang pasokan udara untuk alir udara tidak boleh lebih dari 50 ft per menit (FPM).
Daftar Referensi :
Laboratorium, Suhu, Kelembapan
© Copyright 2023 by PT INSTRUMEN INDO UTAMA
